Memang benar kata ibuku, aku sebagai hamba-Nya perlu mencari jalan keluar dari segala musibah yang menimpa diriku sendiri atau aku hanya mampu terduduk kaku melihat segalanya hancur berderai. Sujud dan tawakal tidak mencukupi jika tidak di sertai dengan usaha dan sifat keinginan aku yang hendak mencari jalan penyelesaian. Begitu juga dengan konklusi tidak akan datang jika aku hanya melayan parah yang makin membesar yang telah menusuk hati ku.
Jalan yang sering aku aku lalui kian malam dan menjadi semakin gelap gelita. Sampai di suatu tahap aku terpaksa merebahkan diri meraba-raba ketika melalui jalan itu. Mungkin aku berharap hanya dengan bantuan Si Pari-Pari memimpin aku melalui jalan itu dapatlah aku melalui jalan itu dengan sempurna dan ditemani sinaran yang terang benderang. Jadi sebelum aku berharap Si Pari-Pari memimpin diri ku melalui jalan tersebut, aku perlu berusaha sedaya upaya untuk mendekati diriku dengan Si Pari-Pari . Hanya ini jalan yang terbaik untuk diriku. Dengan ini, barulah Si Pari-Pari dapat bersama dengan diriku sama ada ketika susah atau senang. Dan dapatlah aku mengharungu dugaan yang bakal tiba dengan Si Pari-Pari.